Selasa, 29 Julai 2008

Untuk Isteri-isteri para Pejuang

Kutuliskan sajak ini untuk para aktivis Islam di manapun berada. Jangan pernah meninggalkan perjuangan di jalan Allah. Betapa seluruh hajat hidup seharusnya bertumpu pada kepentingan perjuangan di jalan Allah termasuk menikah, berkeluarga, bersuami isteri. Inilah tren pernikahan yang seharusnya kita pertahankan. Wallahu a'lam
Buat manusia istimewa dalam hidup ini... dan juga isteri-isteri pejuang... serta bakal isteri seorang pejuang

ku masih terngiang kata-kata mu...
Dengan penuh keyakinan kau berkata..
"Akhi , Mampukah akhi menjadikan saya sebagai isteri yang
kedua ?....
Mampukah akhi menjadikan Islam sebagai isteri pertama yang lebih memerlukan perhatian?...
Mampukah akhi meletakkan kepentingan Islam melebihi segala-galanya termasuk urusan-urusan dunia?...
Mampukah akhi menjual diri semata-mata karena Islam?..
Mampukah akhi berkorban meninggalkan kelezatan dunia?...
Mampukah akhi menjadikan Islam laksana bara api....
Akhi perlu menggenggamnya agar bara itu terus menyala...

Mampukah akhi menjadi lilin yang rela membakar diri untuk Islam.. Bukannya seperti lampu pijar yang bisa di'on'kan bila perlu dan di'off'kan bila tidak....
Mampukah akhi mendengar hinaan yang bakal dilontarkan kepada anda karena perjuangan anda....
Dan...mampukah akhi menjadikan saya isteri seorang pejuang yang tidak dimanja dengan fatamorgana dunia?...

Aduh! Banyaknya syarat-syarat itu...
Namun aku menerima syarat-syarat tersebut karena aku tahu..
Jiwamu kosong dari syurga dunia...
Karena aku tahu kau mampu mengubah dunia ini dengan iman dan akhlakmu..
Bukannya kau yang diubah oleh dunia...

wahai Isteri...
ku mohon jadilah engkau penolong setiaku sebagai nakhoda mengemudi bahtera kehidupan kita...
Susah senang kita tempuh bersama...
Aku terharu dengan segala kebaikanmu...
Kau jaga akhlakmu...
Kau pelihara maruahmu selaku muslimah...
janganlah dikau mengeluh apabila sering ditinggalkan demi tugasku menegakkan Islam ke persada agung nanti....
Kau taburkanlah bunga-bunga jihad walaupun kita masih jauh dengan keharuman kemenangan...

wahai Isteri..
suatu masa kita akan di amanahkan dengan anak2 yg akan mewarisi perjuangan ini...
Kau kenalkanlah mereka dengan Allah, Rasul saw, para sahabat yang mulia serta para
pejuang Islam...
Kau titipkan semangat mereka sebagai generasi pelapis jundullah...
Kau asuhlah mereka hidup dengan Al Quran...
Malah kau temani mereka mengulangkaji pelajaran dikala menjelang imtihan...

seandai ku pergi bertemu Allah...
janganlah dikau berpatah dari meneruskan perjalanan perjuangan ini..
seandai anak kita bertanya ke manakah abi...
jawablah abi sedang menunggu kita di sana...
semoga ruh perjuangan islam terus mengalir hingga ke anak cucu..

Isteri...
Barangkali inilah pelajaran dari ustadzah Zainab Al Ghazali...
Tangan yang mengayun buaian dapat mengguncang dunia...
Kau beri didikan dua generasi sekaligus, generasi kini dan generasi kan datang
Suaminmu dan anak-anakmu dengan MAHABBAH
Andai ibunda Khadijah Al Kubra masih ada..
Pasti beliau tersenyum bangga karena masih ada srikandi Islam...
SEPERTIMU....WAHAI ISTERIKU..

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts with Thumbnails
Ya Allah... seandainya hari ini aku sedang memimpin, pimpinlah aku untuk memimpin, seandainya aku sedang mentarbiyyah, tarbiyyahlah aku untuk aku mentarbiyyah, tapi ya Allah seandainya aku sedang mencintai manusia tetapkan hatiku untuk mendahului cintaMu dari cinta manusia.. Hidup berjuang untuk berkorban,Syahid jadi impian